Materi Inisiasi 5 TAP UT Administrasi Bisnis
MATERI INISIASI 5
ADBI4500 TUGAS AKHIR PROGRAM
STRATEGI DISTRIBUSI
A.
Pengertian Saluran Pemasaran
Keputusan mengenai saluran pemasaran atau
distribusi merupakan salah satu keputusan paling kritis yang dihadapi
manajemen. Saluran yang dipilih mempengaruhi seluruh keputusan pemasaran
lainnya dan melibatkan komitmen terhadap perusahaan lain. Jadi terdapat
kecenderungan dari internal perusahaan yang kuat dalam penetapan saluran
distribusi. Manajemen harus memilih saluran pemasaran dengan memperhatikan
kondisi penjualan saat ini dan yang akan datang. Ada beberapa butir penting
dari pembahasan saluran distribusi, diantaranya jenis saluran dan intensitas
cakupan pasar saluran distribusi. Untuk itu sebelum membahas berbagai hal
mengenai saluran distribusi, kita perlu mengetahui definisi saluran distribusi
itu sendiri. Stern dan El-Ansary mengungkapkan definisi saluran pemasaran
sebagai berikut: “Saluran pemasaran dapat dilihat sebagai sekumpulan organisasi
independen yang terlibat dalam proses penyediaan suatu produk atau jasa untuk
digunakan dan dikonsumsi. Sedangkan pengertian saluran pemasaran menurut Lamb,
Hair, McDaniel adalah sebagai berikut: “Saluran pemasaran merupakan suatu
struktur bisnis dari organisasi yang saling bergantung yang menjangkau dari
titik awal suatu produk sampai ke pelanggan dengan tujuan memindahkan produk ke
tujuan konsumsi akhir”. Jadi dapat disimpulkan pengertian saluran pemasaran
atau distribusi yaitu jalur atau keseluruhan perantara pemasaran yang dilalui
barang dan jasa dari produsen ke pemakai industri dan konsumen.
B.
Alasan Mengggunakan Perantara
Mengapa banyak produsen yang menggunakan
perantara dengan mendelegasikan sebagian tugas penjualan kepada perantara,
walaupun pendelegasian ini berarti melepaskan sebagian tugas pengawasan atas
bagaimana dan kepada siapa produk dijual? Ada berberapa keuntungan yang didapat
perusahaan dari penggunaan perantara: Beberapa perusahaan dapat kehilangan
sebagian sumber keuangannya apabila melakukan pemasaran langsung. Pemasaran
langsung dalam beberapa kasus tidak feasibel untuk beberapa produk. Perusahaan
bisa mendapatkan keuntungan lebih besar dengan mengusahakan peningkatan
investasi pada bisnis utamanya. Perantara membantu dalam pencarian konsumen,
kegiatan promosi, penyediaan informasi, pengepakan dan pembungkusan serta dalam
penyortiran. Perantara membantu dalam kegiatan distribusi, menyediakan
peralatan, jasa reparasi, dan alat transportasi, kegiatan penyimpanan serta
dalam bidang keuangan dengan memberi fasilitas kredit pada pembeli dan pembelian
tunai dari produsen.
C.
Fungsi dan Alur Saluran
Saluran pemasaran melakukan fungsi pemindahan
produk dari produsen ke konsumen sehingga dapat mengatasi kesenjangan waktu,
tempat, dan kepemilikan. Saluran pemasaran mempunyai sejumlah fungsi penting dalam:
Mengumpulkan informasi tenang pelanggan potensial, pelanggan dan pesaing serta
kekuatan dati lingkungan pemasaran lainnya. Mengembangkan dan menyebarkan
komunikasi persuasif untuk menstimulasi pembelian Mencapai kesepakatan harga
dan lainnya untuk dapat mentransfer kepemilikan secara efektif Melakukan
pemesanan dengan manufaktur. Mendanai persediaan pada tingkat yang berbeda dari
saluran pemasaran Penanganan resiko dalam pelaksanaan penyaluran Penyediaan
pergudangan dan pergerakan produk secara fisik Kemudahan pembayaran oleh para
pembeli melalui bank dan institusi keuangan lainnya Mengatur transfer
kepemilikan dari satu organisasi ke organiasai lainnya.
D. Jenis Saluran Distribusi
Terdapat berbagai jenis saluran distribusi.
Pada umumnya institusi (anggota saluran distribusiàchannel member) yang
melakukan kegiatan pemasaran (disebut juga intermediaries) dibagi menjadi dua
kelompok : perantara pedagang (terdiri dari pedagang besar/wholesaler dan
pengecer/retailer), dan perantara agen/agent middleman( terdiri agen penunjang
adn agrn pelengkap). 1. Perantara Pedagang
a. Wholesaler (pedagang besar)
Pedagang besar dapat didefinisikan sebagai perusahan perantara (intermediary)
yang menghubungkan produsen dengan pedangan eceran. Perusahaan ini membeli
barang dari produsen dalam jumlah yang cukup besar dan menjualnya kembali pada
para pengecer. Umumnya pedagang besar tidak berhubungan langsung dengan para
konsumen. Penjualan pada konsumen hanya merupakan kegiatan sampingan dan
biasanya berlaku atas inisiatif konsumen. Penjualan kepada konsumen merupakan
sebagian kecil dari keseluruhan nilai penjualan. Dalam pendistribusian barang,
pedangang besar memberikan sumbangan penting kepada produsen maupun pedangan
eceran. Bagi produsen, pedagang besar dapat mengurangi biaya pendistribusian,
waktu untuk memasarkan barang, dan administrasi pemasaran. Bagi pengecer,
pedagang besar membantu dalam melakukan penjualan dengan kuantitas yang
terbatas, dapat menyediakan barang dengan cepat apabila diperlukan dan adakalanya
memberi kredit pada para pengecer.
b. Retailer (pedagang eceran/pengecer)
Pedagang eceran adalah perusahaan yang menjual barang yang diproduksi pihak
lain dan berhubungan langsung dengan konsumen. Perusahaan ini membeli berbagai
jenis barang dalam kuantitas atau jumlah yang terbatas dan menjual
barang-barang tersebut langsung pada para konsumen. Pedangang eceran biasanya
melakukan kegiatannya dengan memamerkan barangnya di toko yang dimiliki atau
disewanya. Dengan cara ini para pembeli dapat melihat secara langsung berbagai
jenis barang yang ditawarkan. Kepemilikan dan modal perusahaan pengecer sangat
berbeda sekali. Kebanyakan perusahaan yang melakukan usaha eceran merupakan
perusahaan perseorangan atau perkongsian dengna modal relatif terbatas.
Perusahaan
pengecer seperti ini biasanya didirikan untuk menyediakan jasa kepada pelanggan
yang tinggal di sekitar tempat di mana toko pengecer tersebut didirikan. Dengan
demikian jumlah pelanggannya terbatas dan barang yang dijualnya juga terbatas.
Perusahaan pengecer yang besar biasanya berbentuk perseroan terbatas (PT),
menggunakan modal yang besar dan melakukan kegiatan mengecer barang secara
besar-besaran. Perusahaan seperti ini biasanya beroperasi di pusat kota atau di
pusat pertokoan dari suatu kawasan yang relatif besar. Jenis-jenis perusahaan
pengecer seperti ini adalah hypermarket (Carrefour, Giant), department store,
dan supermarket.
2. Perantara Agen Agen adalah perusahaan-perusahaan yang
berhubungan langsung dengan produsen dan bertugas sebagai perusahaan yang membantu
menjual barang atau jasa tidak mempunyai hak kepemilikan atas semua barang yang
ditangani.
Contoh perusahaan yang sering bertindak sebagai agen pemasaran
adalah agen real estate, agen tiket penerbangan atau agen tiket alat
pengangkutan lainnya (kereta api, bus antarpropinsi, dan perkapalan), agen
penjual produksi industri pengolahan atau produk pertanian. Perbedaan penting
antara agen pemasaran dengan pedangan besar dan pengecer adalah dalam
kepemilikan dan penjualan barang yang dipasarkannya. Agen penjual tidak membeli
dan memiliki barang yang dipasarkannya. Agen penjual/pemasaran bertindak
sebagai promotor dan menerima pesanan dari pelanggan untuk barang yang
diageninya. Untuk jasanya ini agen penjualan akan mendapatkan komisi berdasarkan
jumlah unit yang dijualnya atau nilai transaksi penjualan.
E. Alternatif Saluran Distribusi Saluran Pemasaran
Dapat dibedakan menurut jumlah tingkatannya. Dalam menetapkan
alternatif saluran pemasaran yang akan digunakan, perusahaan juga dapat
mempertimbangkan jenis produknya. Untuk produk industrial, biasanya perusahaan
menggunakan saluran langsung atau pendek.
Saluran Untuk Produk Konsumen Saluran
pemasaran untuk produk konsumen terdiri dari: >Saluran distribusi langsung
(nol tingkat), yaitu saluran pemasaran dimana seorang produsen langsung menjual
ke pemakai akhir.
Cara yang dilakukan antara lain melalui penjualan dari pintu
ke pintu, arisan ibu-ibu, pemesanan lewat telepon, email atau online, penjualan
lewat teve, dan melalui toko-toko yang dimiliki produsen sendiri. >Saluran
distribusi satu tingkat, yaitu hanya ada satu perantara pemasaran di antara
produsen dan konsumen. Ada dua alternatif dalam saluran satu tingkat, yaitu:
produsen → pengecer → konsumen; produsen → pedagang besar → konsumen >Saluran
distribusi dua tingkat, yaitu ada dua perantara pemasaran di antara produsen
dan konsumen.
Jadi produsen menjual produknya ke pedagang besar, yang pada
gilirannya menjuanya ke berbagai pengecer, sebelum sampai ke kosnumen akhir.
Ilustrasinya yaitu: produsen → pedagang besar → pengecer → konsumen.
Saluran
Untuk Produk Industrial Perusahaan barang industri dapat menggunakan tenaga
penjualnnya untuk menjual langsung ke pelanggan industri. Perusahaan barang
industri/ para pabrikan membeli bahan mentah dalam kuantitas besar, bahan baku
yang diolah, dan perlengkapan secara langsung dari pabrikan lainnya. Beberapa
perusahaan menjual produk-produk dengan kategori standar nilai sedang atau
rendah menggunakan distributor industri sebelum ke pelanggan industri. Disributor
industri ini seperti layaknya swalayan bagi sejumlah organisasi. Distributor
industri merupakan grosir dan anggota saluran yang membeli dan mengambilalih
hak sejumlah produk dengan cara menyimpan persediaan produk. Pada kasus
tertentu, para pabrikan yang tidak mampu mempekerjakan tenaga penjualnya,
mengandalkan perwakilan pabrikan atau agen penjualan utuk menjual produk
industrinya apakah langsung ke pelanggan industri, atau ke distributor
industri.
F. Intensitas Cakupan Pasar
Setiap perusahaan yang menggunakan perantara
pemasaran untuk produk eceran harus merencanakan cakupan pasar atau tingkatan
atas distribusi produk diantara toko pengecer. Cakupan pasar dapat
diklasifikasikan sebagai distribusi intensif, distribusi selektif dan
distribusi eksklusif.
1) Distribusi Intensif Distribusi intensif digunakan
untuk mendistribusikan produk ke hampir semua saluran sehingga dapat mencapai
tingkatan cakupan pasar untuk semua tipe konsumen. Distribusi intensif ini
efektif digunakan untuk barang-barang convenience atau barang-barang kebutuhan
sehari-hari yang tidak memakan tempat dan tidak memerlukan keahlian tenaga
penjual, seperti rokok, sabun mandi, dan sembako.
2) Distribusi Selektif
Distribusi selektif digunakan untuk mendistribusikan produk dengan selektif yaitu
untuk suatu daerah pemasaran tertentu hanya dipilih beberapa pengecer atau
beberapa toko saja. Distribusi selektif ini cocok untuk produk-produk shopping
seperti komputer, barang-barang elektronik dan buku-buku text.
3) Distribusi
Eksklusif Distribusi selektif digunakan untuk memasarkan produk-produk spesial
melalui sstem distribusi eksklusif. Perusahaan hanya menggunakan satu atau
bebarapa toko untuk suatu daerah pemasaran tertentu. Distribusi eksklusif ini
cocok untuk mendistribusikan barang-barang mewah yang bernilai tinggi seperti
jam tangan, mobil, parfum dan benda seni. Hanya konsumen tertentu yang
membutuhkannya sehingga mereka mau berkorban untuk mendapatkannya.
Sumber:
http://catatankecik.blogspot.co.id/2015/10/strategi-distribusi.html
Comments
Post a Comment