Materi Inisiasi 1 Karya Ilmiah
Materi Inisiasi 1
ADBI4560 Jurnal Administrasi Bisnis
(Karil)
Pemilihan topik:
Untuk
memilih dan menemukan topik, bisa dilakukan dengan mempertimbangkan hal
berikut:
1. pengalaman pribadi dan kehidupan sehari-hari,
2. media massa,
3. kebutuhan memecahkan masalah.
Pembuatan latar
belakang permasalahan
Latar belakang masalah menyajikan
gambaran yang dapat menjelaskan mengapa kita melakukan peneltian atau mengupas
tentang suatu fenomena. Biasanya
diuraikan dalam bentuk deduksi, yaitu dimulai dengan
hal yang umum dan diakhiri dengan pembatasan masalah. Ada dua model yang dapat
digunakan didalam membuat latar belakang masalah, yaitu :
1. Menguraikan adanya kesenjangan antara kondisi nyata dengan kondisi ideal; Contoh: jika ingin menggambarkan tentang kondisi kartu sehat di Indonesia,
maka dapat digambarkan tentang kondisi nyata masyarakat miskin di Indonesia yang semakin meningkat dan
adanya ketimpangan pelayanan antara masyarakat miskin dan yang kaya ketika
meminta pelayanan kesehatan. Uraian ini kemudian dibandingkan dengan norma atau
aturan yang berlaku umum, yaitu hak warga negara untuk memperoleh pelayanan kesehatan tanpa
pandang bulu, serta kebijakan pemerintah di bidang kesehatan.
2. Menggambarkan perkembangan teori atau suatu kondisi objektif
tanpa membandingkannya dengan kondisi normatif. Misalnya masih tentang kondisi kartu sehat di
Indonesia, kita hanya mennggambarkan karakteristik suatu gejala secara lebih
rinci. Misalnya jumlah orang miskin yang semakin meningkat, serta pelayanan
yang buruk dalam bidang kesehatan, tanpa
membandingkannya dengan norma atau aturan yang berlaku umum, yaitu hak warga
negara untuk memperoleh pelayanan
kesehatan tanpa pandang bulu, serta kebijakan pemerintah di bidang kesehatan.
Pada bagian ini, kita dapat memberikan
gambaran kondisi objektif dengan menggunakan alat bantu pertanyaan 5W dan 2H, yaitu:
1. What:
yaitu apa yang sedang terjadi.
2. Who:
siapa yang mengalaminya.
3. When:
kapan terjadinya.
4. Where: dimana terjadinya.
5. Why: mengapa terjadi.
6. How: Bagaimana terjadinya, bagaimana menyelesaikannya.
7. How many: Berapa banyak.
Keenam pertanyaan sebagai alat bantu tersebut kita susun sebagai
satu rangkaian cerita yang tidak terpisah.
Latar Belakang
Masalah:
Dalam pengertian sehari-hari yang
dimaksud dengan “masalah” adalah suatu hambatan yang dialami dan membutuhkan
pemecahan dengan cara yang benar dan tepat. Beberapa orang juga mengatakan bahwa masalah merupakan
kesenjangan antara kondisi yang diharapkan dan kenyataan yang dihadapi.
Kita lihat contoh sederhana berikut ini: Pada awalnya manusia merasa kesulitan untuk
bisa menghitung angka hingga sejuta. Dan berdasarkan
kesulitan yang dihadapi, manusia mulai menciptakan
alat untuk membantu menghitung. Lahirlah sebuah alat yang disebut
kalkulator. Seiring kemajuan jaman, dan semakin besarnya nilai nominal uang,
maka kemampuan kalkulator tidak lagi bisa membantu manusia ketika jumlah yang
dihitung mencapai milyaran atau bahkan triliunan. Dari kesulitan itulah
akhirnya manusia menciptakan alat yang lebih canggih yaitu komputer. Sekali
lagi masalah yang dihadapi manusia pada akhirnya membawa kemajuan bagi manusia
dengan diciptakannya alat yang kita kenal dengan komputer. Dengan demikian
“masalah” bagi manusia tidak akan pernah berakhir, namun dengan adanya “masalah”
tersebut maka manusia juga akan selalu berkembang.
Perumusan
Masalah:
Pada dasarnya, perumusan masalah merupakan penggambaran yang tidak terpisahkan
dari paparan yang ada pada latar
belakang permasalahan. Dalam bagian ini
permasalahan sudah lebih terfokus.
Biasanya pada bagian akhir
dimunculkan dalam bentuk kalimat tanya. Contoh tentang kartu sehat tadi,
di bagian ini digambarkan tentang
keluhan masyarakat ketika mereka
memanfaatkan kartu sehat. Bagian ini diakhiri dengan pertanyaan “bagaimana
pemanfaatan kartu sehat di puskesmas A?
Kajian Pustaka
Kajian pustaka merupakan proses kajian
terhadap konsep,
teori atau hasil studi terdahulu.
Topiknya difokuskan pada konsep utama
yang kita gunakan. Kembali ke contoh kartu sehat, maka fokus kajian pustaka pada teori atau hasil penelitian terdahulu
tentang kebijakan di bidang kesehatan dan pelayanan puskesmas.
Hasil dari kajian ini adalah formulasi
dari konsep yang digunakan, dan teori apa yang tepat digunakan untuk menganalis
fenomena yang kita angkat. Teori dan konsep utama inilah yang nantinya menjadi
landasan berpikir kita dalam menganalisa permasalahan kita.
Comments
Post a Comment