Materi Inisiasi 1 TAP UT Administrasi Bisnis
MATERI INISIASI 1
ADBI4500 TUGAS AKHIR
PROGRAM (TAP)
Pemasar merupakan kunci
kesuksesan dalam persaingan. Oleh karenanya, bagi pemasar cara yang paling
efektif untuk menang dalam persaingan yang semakin kompetitif ini adalah dengan
selalu mencari cara yang baru dan lebih baik untuk memuaskan kebutuhan dan
keinginan pelanggannya. Suatu cara baru dan lebih baik dari apa yang dilakukan
oleh para pesaingnya. Oleh
karenanya, seorang pemasar harus melakukan analisis pesaing (competitor analysis), yaitu suatu pendekatan
terorganisasi untuk mengevaluasi kekuatan dan kelemahan dari strategi pemasaran
yang dilakukan oleh pesaing yang ada saat ini maupun pesaing potensialnya, yang
pada suatu saat akan hadir di arena persaingan. Seorang pemasar harus selalu
mengantisipasi persaingan yang ada, kondisi persaingan yang sangat dinamis,
sangat cepat sekali berubah dan pemasar harus selalu menyesuaikan strategi
pemasarannya dengan perubahan kondisi persaingan tersebut. Di samping itu, dalam analisis pesaing,
pemasar juga harus mempertimbangkan adanya hambatan persaingan (competitive barriers), yaitu suatu
kondisi yang membuat seorang pemasar sulit atau bahkan tidak mungkin
berkompetisi di dalam pasar tersebut. Di samping itu, kondisi persaingan juga
amat berbeda-beda antara satu tempat dengan tempat lainnya. Ada beberapa
lingkungan yang perlu dicermati dalam memenangkan pesaing, yaitu:
1. Lingkungan Ekonomi
Seorang pemasar harus
dapat secara hati-hati melihat lingkungan ekonomi dan dapat berubah dengan amat
cepat dewasa ini. Lingkungan ekonomi yang dinamis ini akan memengaruhi beberapa
hal, seperti pendapatan nasional, pertumbuhan ekonomi dan inflasi. Daya beli masyarakat juga akan ditentukan oleh kondisi lingkungan
ekonominya.
2. Lingkungan
Teknologi
Seperti telah disebutkan di muka, perkembangan teknologi dewasa ini amatlah
pesat. Pengaruh
teknologi dalam bidang pemasaran juga amat besar. Pertama, perkembangan
teknologi memungkinkan ditemukan dan dikembangkannya berbagai produk baru yang
sebelumnya belum pernah ada di pasar. Kedua, perkembangan teknologi,
memungkinkan suatu proses atau cara baru baik dalam membuat suatu produk
tertentu maupun dalam melakukan aktivitas pemasaran, misalnya aktivitas
distribusi. Sebagai contoh, dewasa ini pemasaran dengan menggunakan jaringan Internet
bukanlah merupakan sesuatu hal yang aneh lagi. Telah banyak perusahaan yang
menggunakan teknologi internet sebagai alat bantu utama pemasaran dan
berkomunikasi dengan pelanggannya. Saat ini perkembangan teknologi belum ada
tanda-tanda akan berakhir, masih akan banyak bermunculan produk atau cara baru
dalam hubungannya dengan aktivitas pemasaran. Ini tentunya akan mendatangkan
peluang yang cukup besar, namun sekaligus ancaman juga karena perkembangan
teknologi juga bisa menggeser produk atau cara pemasaran lama yang sudah tidak
sesuai lagi dengan perkembangan zaman.
3. Lingkungan
Hukum dan Politik
Perubahan lingkungan politik akan sangat memengaruhi aktivitas pemasaran.
Sebagai contoh, jatuhnya komunisme di Uni Soviet dan Eropa Timur telah mengubah
dengan amat drastis lingkungan pemasaran di wilayah tersebut. Dari suatu sistem
ekonomi yang hampir seluruhnya dikendalikan oleh negara, di mana kebebasan
rakyat dalam memroduksi atau mengonsumsi suatu produk tertentu dibatasi oleh
peraturan pemerintah, ke suatu sistem ekonomi liberal, di mana faktor produksi
dan konsumsi suatu produk ditentukan oleh dinamika kekuatan pasar. Ini tentunya
akan merubah pola produksi dan konsumsi yang ada di dalam masyarakat negara
tersebut. Di samping itu, barang-barang impor yang dulunya amat dibatasi, kini
dapat dengan lebih leluasa masuk dalam perekonomian negara eks komunis tersebut. Ini menjadikan aktivitas pemasaran menjadi
semakin meningkat. Perkembangan yang lain adalah meningkatnya gerakan konsumen
(consumerism), yaitu suatu gerakan
sosial yang bertujuan untuk meningkatkan hak dan kekuatan pelanggan atau
konsumen. Ini menjadikan kedudukan konsumen terhadap produsen menjadi semakin
meningkat. Konsumen mulai dapat menuntut banyak hal kepada produsen. Mereka
akan mulai menuntut hak-hak konsumen, diantaranya adalah hak untuk mendapatkan
produk yang aman, hak akan informasi yang benar akan sesuatu produk, hak untuk
memilih suatu produk dan hak untuk didengarkan sebagai konsumen. Peraturan yang
melindungi hak konsumen, seperti Undang-undang Perlindungan Konsumen semakin
marak diundangkan di banyak negara. Hal ini karena hukum
merupakan produk dari suatu keputusan atau kebijakan politik.
4. Lingkungan
Sosial dan Budaya
Lingkungan sosial dan budaya memengaruhi bagaimana dan mengapa
orang hidup dan berperilaku, seperti yang mereka lakukan saat ini. Banyak
hal yang dapat dicakup dalam lingkungan sosial dan budaya, diantaranya adalah
bahasa yang mereka gunakan dalam berkomunikasi, tingkat pendidikan yang mereka
capai, kepercayaan atau agama, jenis makanan yang mereka makan, model pakaian,
rumah yang mereka gunakan,
serta bagaimana cara pandang
mereka terhadap kerja, perkawinan, dan keluarga.
Semuanya itu masuk dalam ranah sosial budaya. Pemahaman akan lingkungan sosial
dan budaya ini akan membantu pemasar, misalnya dalam menetapkan strategi
segmentasi pasar. Hal lain yang menarik untuk diamati dalam kaitannya dengan
masalah sosial dan budaya ini adalah berubahnya peran perempuan. Perubahan
dalam bidang ini, dibanding dengan bidang lain relatif lebih lambat, dan sering
kali tidak disadari. Sebagai contoh, lima puluh tahun yang lalu, perempuan
identik dengan pekerjaan domestik, menjadi ibu rumah tangga atau istri yang
baik di rumah. Namun, sekarang jumlah perempuan yang bekerja di sektor publik
semakin meningkat. Perempuan lebih mandiri dan bisa menentukan pilihannya
sendiri. Pergeseran ini tentunya akan mendatangkan peluang yang tidak sedikit
bagi para pemasar.
Sumber:
BMP ADBI4433 - Kebijakan
dan Strategi Pemasaran.
Selamat
belajar, semoga sukses.
Salam:
Tutor
Comments
Post a Comment